Arsip

PERANTAU ILMU: AMERIKA-EROPA

“Semoga dengan membaca buku ini, pembaca jadi tahu bahwa benar adanya bahwa ada banyak jalan menuju Roma, dan berani untuk terus berusaha apabila kuliah di luar negeri memang menjadi hal yang dicita-citakan”.  Alanda Kariza, Penulis Sophismata dan Beats Apart

“Para pencari ilmu adalah pejuang-pejuang segala zaman. Tema menaklukan ilmu adalah tema perjuangan yang tak pernah usang dan usai. Terlebih di zaman Data Raksasa, Kecerdasan Buatan dan mesin pembelajar sekarang. Ini adalah sekelumit kisah mereka, pejuang-pejuang ilmu itu. Jauh dari tanah air, jauh dari sanak saudara supaya lebih bisa memandang kemanusiaan dan ilmu pengetahuan yang luas. Gaudeamus Igitur !!” Budiman Sudjatmiko, politisi yang masih terus belajar

Iklan
This entry was posted on November 29, 2018, in Ilmu Sosial.

SCOUTING FOR BOYS

“Buku ini telah mengilhami jutaan pramuka di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Salah satu buku yang wajib dibaca, tak hanya oleh anggota pramuka, tapi juga oleh para guru pendidik, pencinta alam, relawan kemanusiaan, hingga orangtua. Sarat pesan moral dan penuh dengan how-to kepramukaan yang masih relevan dengan kebutuhan pramuka zaman now.” – Dr. H. Adhyaksa Dault, S.H., M.Si., Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Ketua Umum Wadah Pencinta Alam Vanaprastha.

 

“Sejarah kepramukaan dunia tak bisa dipisahkan dari sejarah Baden-Powell. Sebagai Bapak Pramuka Dunia, pemikiran dan pengalaman beliaulah yang melandasi pendirian dan pengembangan sistem pendidikan kepramukaan di seluruh dunia.” – Prof. Dr. Suyatno, M.Pd. , Kepala Pusdiklatnas Gerakan Pramuka, Guru Besar Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

 

“Salah satu dari sedikit buku di dunia keluaran abad kedua puluh yang benar-benar mengarah pada pembentukan gerakan yang mendunia.” – The Atlantic Monthly

This entry was posted on November 12, 2018, in Ilmu Sosial.

Alangkah Hebatnya Negara Gotong Royong

Buku ini bertujuan untuk menggali gagasan awal pendirian bangsa ini, terutama ide Soekarno mengenai prinsip gotong-royong. Secara khusus, pembahasan tema ini diharapkan dapat menyumbang sesuatu yang berharga bagi kehidupan politik dan sosial manusia Indonesia dewasa ini yang seakan-akan hidup dalam kungkungan kemerosotan di segala bidang.

Buku ini lebih berupa suatu pendalaman dari pidato Soekarno yang termuat dalam Risalah Sidang Badang Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) terbitan Sekretariat Negara Republik Indonesia. Teks tersebut akan disimak secara kritis demi mendapatkan hal-hal menarik yang bisa ditarik demi mengembangkan semangat kegotong-royongan bangsa.

This entry was posted on September 1, 2018, in Ilmu Sosial.

TEACH LIKE FINLAND: Mengajar Seperti Finlandia

Finlandia mengejutkan dunia ketika siswa-siswinya yang masih berusia 15 tahun berhasil mencatatkan skor tertinggi di penyelenggaraan pertama PISA (Programme for International Student Assesment), pada 2001. Ujian itu meliputi penilaian ketrampilan berpikir kritis di matematika, sains, dan membaca. Hingga kini, negara mungil in terus-terusan memukau. Bagaimana pendidikan Finlandia yang jam pelajarannya pendek, PR-nya tidak banyak, dan ujiannya tidak begitu terstandardisasi, dapat “mencetak” siswa-siswi dengan prestasi yang sangat baik?

Ketika Timothy D. Walker mulai mengajar kelas 5 di sebuah sekolah negeri di Helsinski, ia mulai mencatat rahasia-rahasia di balik kesuksesan sekolah-sekolah Finlandia. Walker menuliskan rahasia-rahasia ini, dan artikelnya di Atlantic kerap menuai tanggapan antusias. Dalam buku ini, ia mengumpulkan semua temuan tersebut, dan menjelaskan pada para pengajar,cara untuk mengimplementasikannya.

This entry was posted on September 28, 2017, in Ilmu Sosial.

“SELF DRIVING” Menjadi Driver atau Passenger ?

From the Author of CHANGE !

Sejak dilahirkan, manusia diberikan “kendaraan” yang kita sebut “Self“. Hanya dengan self driving, manusia bisa mengembangkan semua potensinya dan mencapai sesuatu yang tak pernah terbayangkan. Sedangkan mentalitas passenger yang ditanam sejak kecil, dan dibiarkan para eksekutif, hanya akan menghasilkan keluhan dan keterbelengguan.

 

Rhenald Kasali telah mengabdikan sebagian hidupnya untuk memimpin transformasi mindset. Buku ini adalah hasil kajian seorang pendidik yang pernah empat kali terlibat dalam panitia seleksi calon pimpinan KPK, calon CEO, dan pimpinan dalam jabatan publik.

 

Sukses Jadi Pemimpin

Rencana Strategi (Renstra) Kampus Santa Angela  yakni “Menjadi institusi pendidikan yang menghasilkan pemimpin inovatif  berwawasan global berbasis ICT dan Sains”.

Dalam mendukung tercapainya renstra tersebut, Perpustakaan SMP-SMA Santa Angela menyediakan buku-buku mengenai kepemimpinan, karya John M Maxwell dan Eileen Rachman. Semoga buku-buku yang baru kami beli mengenai kepemimpinan ini  dapat bermanfaat bagi peserta didik, guru, dan karyawan di lingkungan kampus Santa Angela.

 

Sukses Jadi Pemimpin

Pandangan Positif Tentang Manusia

Kesuksesan seorang pemimpin ditentukan oleh persepsinya tentang manusia. Pandangan yang optimistis tentang kualitas-kualitas manusia menghasilkan perilaku pemimpin yang menghargai, membangun, dan memberdayakan aggota tim. Ketika pemimpin mampu menciptakan situasi kerja yang positif, menularkan antusiasme belajar, dan melakukan coaching secara efektif, organisasi akan menghasilkan talenta-talenta baru yang mampu menyongsong masa depan.

Pemimpin yang berprinsip

Dalam berbagai situasi, seorang pemimpin yang berhasil mampu bertindak berdasarkan prinsip yang kukuh, cakap mengontrol dirinya, serta konsisten melakukan apa yang ia janjikan. Kualitas-kualitas seperti itu tidak didapatkan secara instan, tapi dipupuk secara bertahap sehingga menjadi suatu kebiasaan. Kematangan seorang pemimpin akan menjadi teladan bagi orang lain, dan pada akhirnya mengukuhkan kembali nilai-nilai luhur organisasi.

Pemimpin yang terus-menerus belajar dan berpandangan ke depan

Mau mengevaluasi diri, terbuka terhadap kritik, terus melatih otot berpikir, serta bersikap proaktif dan waspada terhadap berbagai perubahan adalah ciri pemimpin yang bertumbuh. Ia tidak hanya peka terhadap situasi saat ini, tetapi mampu merumuskan visi bagi organisasinya. Ia tidak pesimistis melihat masalah dan tantangan, tetapi menjadikannya sebagai kesempatan untuk belajar dan memperbaiki diri. Dengan demikian, ia mampu memimpin organisasinya untuk berselancar dalam ombak perubahan dan menjalaninya dengan penuh antusiasme.

Baca lebih lanjut

Kuliah Jurusan Apa? Fakultas Hukum

48051Fakultas Hukum adalah salah satu fakultas favorit, baik di Indonesia maupun di negara-negara lainnya. Hal ini terbukti dari jumlah pendaftar yang relatif stabil. Namun, banyak orang beranggapan jika mau kuliah di Fakultas Hukum, kemampuan menghafalnya haruslah kuat. Wajar saja sih, mungkin karena materi kuliah di jurusan ini bersifat sosial eksakta. Anggapan itu pun tidak sepenuhnya salah, namun hafalan saja tidak cukup, karena hal yang terkait dengan hukum sewaktu-waktu bisa berubah. Logika lebih banyak digunakan dalam mengikuti perkuliahan di Fakultas Hukum.

Sebenarnya setiap orang bisa mengikuti perkuliahan di Fakultas Hukum, baik yang berasal dari penjurusan ilmu sosial maupun ilmu eksakta. Yang membedakan hasilnya adalah kesungguhan mahasiswa itu sendiri, serta motivasi mereka untuk kuliah di Fakultas Hukum. Sebab bisa jadi, seseorang memilik masuk ke dalam suatu fakultas semata-mata hanya karena tren atau pengaruh lingkungan.

Dalam buku ini dipaparkan pula tentang kiat-kiat pemilihan jurusan, apa yang harus dilakukan ketika kita salah jurusan, profil 10 Fakultas Hukum terbaik, cara berburu beasiswa, hingga peluang karier bagi Sarjana Hukum.

This entry was posted on Juni 21, 2016, in Ilmu Sosial.