Archive | Oktober 2015

Buku: Kiat Kuliah di AMERIKA SERIKAT

47520Mungkin Anda memiliki bayangan bahwa kuliah dan hidup di Amerika Serikat itu menyenangkan. Anda memang betul. Bahkan banyak orang beranggapan kalau kita tinggal di Amerika Serikat, kita selalu mempunyai banyak uang. Ini pun tidak salah, kalau uang itu kita kurskan ke mata uang kita. Tetapi, hidup di mana pun ada enak dan tidak enaknya.

Yang jelas, sebelum memutuskan untuk kuliah dan hidup di Amerika Serikat, Anda perlu mempertimbangkan dan mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang. Buku ini akan membantu Anda melakukan persiapan-persiapan tersebut.

Dalam buku ini penulis berbagi informasi dan tip. Pertama, tentang persiapan Anda di Indonesia; kedua, bagaimana Anda menjalani dan menyiasati dunia kampus dan akademik di Amerika Serikat, dan ketiga, bagaimana Anda hidup sehari-hari di Amerika Serikat. Buku ini tidak hanya berisi tentang masalah akademik, tetapi juga berbagai persoalan lain yang berkaitan dengan studi dan hidup di Amerika Serikat.

Iklan
This entry was posted on Oktober 17, 2015, in Ilmu Sosial.

Catatan Perjalanan MEROBEK SUMATERA

47510“Sebagai travel writer, Fatris memiliki kemampuan teleportasi imajinasi: memindahkan pikiran kita ke tempat yang ditulisnya, membuat kita seakan terlempat ke lokasi kejadian. Tulisan (tentang) Mentawai, bagi saya, adalah bintang yang bersinar paling besar dalam buku ini.” ……………………….Cristian Rahadiansyah, Pemimpin Redaksi DesninAsian Indonesia

Fatris MF bukan petualang egoistis  yang jalan-jalan sekedar untuk memuaskan mata. Namun, dia datang ke suatu tempat, menggali sejarahnya, dan berbaur dalam keseharian masyarakat adat.

“Di tengah pemandangan yang indah memesona, ternyata ada derita manusia yang ditanggungnya,” tulis Fatris yang catatan perjalannya sering dimuat di berbagai media massa itu.

Kenyataan hidup manusia di tempat-tempat yang dikunjunginya menawarkan eksotisme lain ketimbang hanya keelokan pemandangan alam dan keunikan budaya. Catatan perjalanan ini terasa lebih kritis, tetapi tidak kehilangan selera humor.

Baca lebih lanjut